Categories

Indrianti Nur Fuji, Wisudawan Terbaik Program Diploma Unpad

[Unpad.ac.id, 5/08/2015] Atas dasar ingin selalu membanggakan orang tua, Indrianti Nur Fuji selalu memiliki target terbaik dalam pendidikannya. Sejak semester 1, ia menargetkan untuk meraih nilai A dalam setiap mata kuliah yang ditempuhnya. Usahanya tersebut meraih hasil yang baik. Ia bukan hanya berhasil lulus kuliah dengan predikat Cumlaude, tetapi ia juga berhasil meraih penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Program Diploma pada Wisuda Gelombang IV Tahun Akademik 2014/2015.

Indrianti Nur Fuji, wisudawan Terbaik Program Diploma Wisuda Gelombang IV Unpad Tahun Akademik 2014/2015 (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Saya ingin buat bangga orang tua, jadi sungguh-sungguh belajar disini enggak main-main. Pengorbanan orang tua enggak mungkin kita sia-sia kan. Jadi usaha terus untuk ngebanggain orang tua,” tutur putri kedua dari 4 bersaudara pasangan Entang Ugan Ediana dan Eulis Tuti Latifah ini saat ditemui usai pelaksanaan prosesi wisuda sesi 2, Selasa (4/08) kemarin.

Indri lulus dari Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad pada 26 Mei 2015 lalu dengan IPK 3,97. Ia lulus dengan tugas akhir berjudul “Proses Perhitungan Biaya Perjalanan Dinas pada Divisi Kendaraan Khusus PT. Pindad (Persero) Bandung”.

Meski targetnya untuk mendapatkan nilai A di setiap mata kuliah tidak bisa terpenuhi, Indri mengaku cukup senang dan bangga dengan hasil usahanya itu. Hal terpenting, ia sudah mengupayakan yang terbaik. Ia juga mengaku mendapatkan banyak dukungan dari orang tua dan teman-temannya.

“Pada saat sekarang wisuda inginnya tuh Cumlaude dan pasti kan orang tua bahagia. Kayak tadi ekspresi (orang tua) pas ketemu langsung nangis. Sedih pokoknya. Senang banget. Sebelumnya orang tua cuma tahu Cumlaude. Enggak tahu ini Wisudawan terbaik. Makanya tadi sempat enggak nyangka banget katanya, bangga banget,” ungkap Indri.

Diakui Indri, menjadi Wisudawan Terbaik tidak menjadikannya merasa paling pintar dibandingkan orang lain. Ia hanya merasa telah berusaha menjalankan pendidikannya sebaik mungkin, terutama dalam mengerjakan tugas kuliah dan ujian.

Dalam belajar dan mengerjakan tugas kuliah, Indri mengaku memiliki kelompok belajar sendiri bersama teman-temannya. Bukan hanya Indri, teman-teman di kelompok belajarnya itu pun memiliki IPK diatas 3,90.

Perempuan kelahiran Bandung, 9 Januari 1994 ini pun mengaku bahwa ia tidak banyak menghabiskan waktu dengan bermain. Waktu lebih banyak ia habiskan dengan belajar atau berdiskusi dengan teman-temannya, serta aktif di Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik. Ia juga tidak pernah absen menjadi anggota perpustakaan kampus, dan setidaknya setiap minggunya selalu ada buku yang ia pinjam untuk ia baca di rumah.

“Rata-rata mungkin teman-teman sekarang lebih banyak bermain daripada belajar. Kalau saya sendiri sih lebih banyak menghabiskan waktu belajar di perpustakaan. Kalau main lebih jarang,” ungkap Indri yang ingin melanjutkan kuliahnya di Ilmu Manajemen.

Indri pun memiliki pesan tersendiri bagi mahasisiswa yang ingin berprestasi sepertinya. Ada tiga prinsip yang ia jalani selama ini, yaitu syukuri, jalani, dan nikmati.

“Jadi segala sesuatu itu harus disyukuri terlebih dahulu. Lalu jalanin mau itu suka maupun duka. Lalu dinikmati, ya enjoy aja, pasti hasilnya maksimal kalau seperti itu, kalau mengeluh bakal bikin tugas kita jadi berat bukannya selesai. Jangan sampai mengeluh,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh