Categories

Unpad Sosialisasikan SNMPTN/SBMPTN dan Pengembangan Program Unpad Nyaah ka Jabar ke Kota Sukabumi

[Unpad.ac.id, 23/02/2016] Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan dibuka pada 29 Februari hingga 12 Maret 2016. Para siswa diharapkan dapat memilih program studi yang tepat sesuai dengan kemampuan akademik, minat, serta kemampuan diri yang dimiliki. Untuk itu, setiap guru wajib mendampingi para siswanya ketika melakukan pendaftaran SNMPTN.

Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim saat melakukan sosialisasi SNMPTN 2016 dan Program Unpad Nyaah ka Jabar di Aula SMAN 2 Kota Sukabumi, Senin (22/02) lalu. (Foto oleh: Arief Maulana)*

Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim saat melakukan sosialisasi SNMPTN/SBMPTN 2016 dan Program Unpad Nyaah ka Jabar di Aula SMAN 2 Kota Sukabumi, Senin (22/02) lalu. (Foto oleh: Arief Maulana)*

 

Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., mengatakan, para siswa yang dinyatakan lulus pada prodi yang dipilih ketika SNMPTN namun tidak mengambilnya. Meski sekolah yang bersangkutan tidak akan di-black list, kasus ini menjadi salah satu penghambat siswa lainnya untuk masuk ke PTN melalui jalur SNMPTN.

“Ini sama saja dengan menzalimi orang lain. Sudah dinyatakan lulus, namun tidak mengambilnya, ini kan menghambat orang lain untuk masuk ke PTN,” kata Dr. Soni saat melakukan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN serta program Unpad Nyaah ka Jabar di Aula SMAN 2 Kota Sukabumi, Senin (22/02).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Guru Bimbingan Konseling SMA maupun SMK di Kota Sukabumi. Turut hadir Kasi Manajemen dan Kurikulum Bidang Pendidikan Mengenah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Drs. Ujun Junaedi R, M.M., serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMA Kota Sukabumi Asep Sukanta, S.Pd.

Ada beberapa alasan tidak diambilnya prodi yang dinyatakan lulus di SNMPTN oleh para siswa. Alasan tersebut diantaranya, tidak sesuai dengan keinginan hati, prodi yang dipilih merupakan kehendak orang tua namun ternyata tidak sesuai dengan kemampuan siswa, hingga memilih karena ikut-ikutan teman.

Padahal, kata Dr. Soni, proses seleksi SNMPTN terbilang tidak mudah serta memiliki persaingan yang ketat. Unpad sendiri dalam 4 tahun berturut-turut menjadi PTN dengan peminat tertinggi se-Indonesia pada jalur SNMPTN. Mengambil data sebelumnya, jumlah peminat SNMPTN ke Unpad pada 2015 sebanyak 76.573 orang dengan daya tampung 3.097.

Adapun sistem penilaian pada SNMPTN sendiri mengacu pada gabungan antara indeks siswa (indikator nilai rapor dan pencapaian nilai sesuai KKM, nilai UN, dan prestasi lainnya), indeks sekolah, indeks kewilayahan, serta kebijakan penilaian di PTN. Jika seorang siswa dinyatakan lulus SNMPTN, ini berarti siswa tersebut berhasil bersaing dengan siswa di sekolah lainnya dalam satu wilayah.

Dengan tingkat keketatan yang tinggi, seharusnya siswa dapat memaksimalkan dengan baik peluang SNMPTN ini. Untuk itu, Dr. Soni berharap, keterlibatan para guru dalam membimbing para siswa sangat dibutuhkan. Peran ini dibutuhkan untuk memaksimalkan pilihan program studi sesuai dengan kemampuan diri para siswa.

“Diharapkan tahun 2016 ini, tidak ada lagi siswa yang tidak mengambil prodi pilihannya di SNMPTN ketika sudah dinyatakan lulus,” kata Dr. Soni.

pertemuan sekdafoto bersama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum pendaftaran SNMPTN, sebelumnya dilakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang telah berakhir pada Sabtu (20/02) lalu. Sementara verifikasi nilai rapor oleh siswa dapat dilakukan hingga Selasa (23/02) pukul 23:59 WIB oleh para siswa. Hal ini bertujuan agar nilai rapor pada PDSS sesuai dengan nilai rapor asli.

“Jika ada nilai yang tidak sesuai di PDSS baik setelah proses verifikasi, maka sekolah dianggap memanipulasi data, sehingga tahun depan tidak akan diikutsertakan lagi,” kata Dr. Soni.

Sosialisasi tersebut juga diisi dengan mekanisme penilaian SNMPTN oleh staf Bagian Pembelajaran dan Registrasi, Irma Nuraini, S.Si., M.T.

Pengembangan Unpad Nyaah ka Jabar

Dalam kunjungan kerja ke Sukabumi, Dr. Soni juga melakukan pertemuan dengan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si. Pertemuan tersebut dilakukan di ruang kerja Hanafie di Kantor Balai Kota Sukabumi, Senin (22/02) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Soni menjelaskan mengenai implementasi program Unpad Nyaah ka Jabar. Selain program afirmasi pendidikan, Unpad Nyaah ka Jabar juga mencakup peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat melalui peran serta civitas academica Unpad.

Salah satu implementasi yang disampaikan terkait penggratisan biaya kuliah program Sarjana Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran Unpad mulai tahun ini. Program ini salah satunya untuk mendorong ketersediaan tenaga Dokter dan Dokter Spesialis di 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Hanafie mengapresiasi program Unpad Nyaah ka Jabar. Bahkan, ia pun mendorong Unpad untuk berkontribusi mengembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sukabumi. Institusi ini bisa dimanfaatkan oleh FK Unpad dalam mendistribusikan tenaga Dokter dan Dokter Spesialisnya.

“Kita sudah banyak menjalin kerja sama dengan Unpad. Unpad Nyaah ka Jabar ini kita bisa kembangkan menjadi pola pembelajaran yang lebih baik ke daerah-daerah,” ujar Hanafie yang juga alumni Unpad.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh