Categories

Waspada, Proxy War Menyerang Berbagai Aspek Kehidupan di Indonesia

[Unpad.ac.id, 7/03/2016] Seiring dengan perkembangan teknologi, sifat dan karakteristik perang telah bergeser, dimana saat ini kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara semakin kecil. Perang masa kini yang terjadi dan perlu diwaspadai oleh Indonesia, salah satunya adalah proxy war.

humas-unpad-2016_03_07-EOS-7D-09_44_56-00100444Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, Agus Sutomo, SE., saat menyampaikan kuliah umum di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Senin (7/03). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

 

Proxy war tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum,” jelas Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, Agus Sutomo, S.E saat memberikan kuliah umum bertema “Melalui Komsus TNI Kita Jalin Silaturahmi antara TNI dengan Aparat Pemerintah, Komponen Masyarakat dan/atau Keluarga Besar TNI Dalam Rangka Mewaspadai Proxy War di Wilayah NKRI” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (7/03).

Agus menjelaskan, proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.

Dalam proxy war, tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan. “Dilakukan non state actor, tetapi dikendalikan pasti oleh sebuah negara,” imbuh Agus.

Indikasi proxy war di Indonesia, antara lain adalah gerakan separatis dan gerakan radikal kanan/kiri, demonstrasi massa anarkis, sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT.

Menurut Agus, ada banyak negara yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia melalui proxy war. Hal tersebut terjadi karena kesuburan tanah Indonesia, posisi geografis yang sangat strategis,serta memiliki kekayan alam hayati dan non hayati yang luar biasa.

“Kita harus bijak dan bersatu karena ancaman kedepan semakin kompleks dan nyata. Kita perlu antisipasi sejak dini,” ujar Agus.

Agus pun mengajak mahasiswa untuk siap menghadapi Indonesia Emas tahun 2045. Persiapan yang dilakukan, diantaranya melalui kebersamaan, militansi, memiliki kemauan keras, dan sering berkomunikasi.

Kerja Sama

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Unpad dengan Sesko TNI. Piagam Kerja Sama ditandatangani oleh Komandan Sesko TNI dengan Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad. Adapun kerja sama yang akan dilakukan yaitu mengenai pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, ditandatangani juga Perjanjian Kerja Sama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Kerja sama Akademik Sesko TNI, Bigradir Jenderal Darlan Harahap, S.I.P dengan Dekan Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, SIP, SSI., MT., M.Si.

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh